Pages

Kapan Kita Bersikap Waspada Terhadap Seseorang?

Kapan Kita Bersikap Waspada Terhadap Seseorang?

-----

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

 “Tidaklah seorang mukmin tersengat bisa dari lubang (binatang berbisa) yang sama sebanyak dua kali.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

معناه أنه ينبغي للمؤمن أن يأخذ حذره، إذا لدغ من جحر، من إنسان يأخذ حذره، إذا كان زيد خدعه مرة، فليحذره حتى لا يخدعه مرة أخرى، وإذا كان عمرو ظلمه في معاملة، فليحذر أن يخدعه ويظلمه في معاملة أخرى، وهكذا، يعني ينبغي له توقي الشر ممن خدعه أولاً أو أضره أولاً.

"Syeikh Bin Baz menjelaskan bahwasanya makna hadits ini adalah hendaknya seseorang itu berhati-hati agar tidak terjatuh ke dalam kesalahan yang sama dari (keburukan) orang lain, (misalnya)  jika seandainya zaid pernah menipunya sekali, maka hendaknya ia berhati-hati terhadap zaid agar tidak tertipu lagi olehnya. Seandainya Amr pernah menzholiminya dalam suatu muamalah, maka hendaknya ia berhati-hati ketika bermuamalah dengan Amr agar tidak tertipu dan terzholimi lagi olehnya, dan lain sebagainya.  Kesimpulannya, hendaklah seseorang itu menjaga diri dari keburukan orang yang pernah menipu atau membahayakannya.”

Sumber : Status Facebook Ustadz Boris Tanesia
0

Belajarlah Ilmu Agama Supaya Tak Serupa Binatang Ternak

Jangan Seperti Binatang Ternak

-----

Seorang penyair berkata,

Rajinlah engkau untuk belajar agama agar dirimu tak serupa dengan kambing ataupun sapi."

(Kaifa Tatahammas Li Tholabil 'Ilmi)

Allah berfirman,

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). [Al-Furqan: 44]

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. [Al-A'raf : 179]

Sumber: Status Facebook Ustadz Boris Tanesia
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com